Rabu, 23 Maret 2011

Manajeman Diri: Apa yang harus seseorang lakukan dalam hidupnya?
Oleh Muhammad Zainur Rakhman

”Yang pertama, seseorang mesti hidup, artinya punya kemauan dan daya hidup. Yang kedua, seseorang mesti menikmati hidup, karena hidup adalah anugrah yang pantas disyukuri. Yang ketiga, seseorang mesti memaknai hidup, yakni menemukan arti dalam setiap tindakan.”

Kemauan hidup, membuat seseorang lekas bangkit dari kegagalan, dan menghidari jurang keputusasaan. Menikmati hidup, akan menghilangkan setiap beban, sehingga segala sesuatu terasa menyenangkan. Dengan menikmati hidup seseorang akan mendapatkan kebahagiaan. Memaknai berarti melihat sesuatu yang spiritual dalam setiap tindakan dan peristiwa material. Dengan memaknai hidup, seseorang akan terhindar dari kebosanan dan tidak terjebak pada tingkah laku yang rendah dan dangkal. Dengan memaknai hidup, seseorang mendapatkan ketenangan batin. Ketiga-tiganya penting, dan dengan tiga prinsip inilah, seseorang seharusnya bisa mengelola kehidupannya dengan baik. Kehidupan yang menyenangkan sekaligus yang bermakna.

Untuk hidup, seseorang perlu makan, minum, tidur, menjaga kesehatan dan kebersihan, namun yang paling penting adalah sebuah pikiran yang sadar, bahwa aku ada, dan berkuasa terhadap diriku sendiri, meski tubuh bisa rusak dan terluka, namun ide dan pikiran bahwa aku hidup, tidak akan bisa hancur, ide dan gagasan akan tetap tegar dalam kondisi apapun, tidak ada yang bisa memenjarakan pikiran kecuali pikiran yang terpenjara.

Untuk menikmati hidup, seseorang butuh bersenang-senang, bercanda ria, memanjakan diri, rekreasi, melihat dan menikmati keindahan dan hal-hal yang enak.

Untuk memaknai hidup, seseorang butuh kontemplasi, merenung dengan dalam, menjalin komunikasi batin yang intens dengan Tuhan, melaksanakan nilai-nilai moral yang mulia, taat terhadap nurani, setia kepada suara hati, memenuhi panggilan jiwa, dan banyak memberi kepada sesama.

Padukan kebutuhan-kebutuhan di atas dengan proporsi yang tepat dan seimbang. Dan buatlah perencanaan berkaitan dengan impian dan cita, yang disusun dalam aktifitas harian, pekanan, bulanan, tahunan. Langkah-langkahnya sebagai berikut:

1. Apa yang paling Anda inginkan atau cita-citakan pada masa kecil? Cita-cita masa kecil biasanya merupakan cita-cita yang paling murni, dan kadangkala merupakan pertanda dari Tuhan. Namun, sebelumnya bebaskan paradigma Anda tentang cita-cita sebagai profesi yang menghasilkan uang, bebaskan itu dulu. Ingatlah, kata-kata lugu dan murni saat kecil dulu Anda mengatakan dengan tegas, “aku ingin jadi ...”
2. Lihatlah diri dan perasaan Anda, kegiatan atau sesuatu apa yang paling membuat Anda sangat gembira, perasaan seperti membuncah dan seolah Anda memiliki energi yang besar untuk melakukannya, Anda seolah tidak peduli terhadap rintangan sehebat apapun yang menghadang, dan Anda tidak khawatir akan iri terhadap orang lain, karena Anda tahu bahwa kegiatan atau sesuatu itu selamanya hanya untuk Anda. Sekali lagi, bebaskan diri Anda dari paradigma bahwa sesuatu itu haruslah profesi yang sudah umum yang menghasilkan uang. Bebaskan nalar Anda dari nalar keumuman, dan biarkan imajenasi Anda melayang, meraup segala yang ada. Jawablah dengan jujur, “Aku paling suka saat melakukan ... , dan aku nggak peduli apapun, pokoknya aku suka banget.”
3. Sekarang, fokuskan jawaban dari titik-titik nomor satu dengan nomor dua, jika memiliki kesamaan dalam kandungan makna, maka itu sebuah titik awal pencarian. Tulis dengan huruf besar, jawaban titik-titik tersebut. Dan Anda tidak perlu bingung, ragu, gundah, atau menghindar, ketika ternyata jawaban itu bertentangan dengan keputusan Anda sekarang. Bisa jadi keputusan Anda itu, karena Anda masih terpengaruh dengan sesuatu diluar diri Anda.
4. Sebagai pertimbangan, sekarang dari jawaban itu, buatlah garis-garis yang menyebar disekeliling jawaban tersebut, dan tulislah kira-kira dari jawaban itu, apa yang bisa aku berikan untuk orang lain. Dan Anda harus memastikan, bahwa dengan memberikan sesuatu kepada orang lain berdasarkan jawaban itu, Anda akan semakin bahagia dan bersemangat untuk hidup. Jika Anda tidak merasakan kebahagiaan, maka ulangilah proses dari nomor satu, dan cobalah untuk jujur dan bebas.
5. Setelah Anda menemukan jawaban, dan dengan jawaban itu, Anda benar-benar bisa bahagia (ingat! Bahagia lebih dari sekedar uang), kemudian lihatlah kehidupan Anda, dari usia yang bisa Anda ingat sampai sekarang, lihat apakah banyak kesempatan dan pertanda yang membuat diri Anda mudah (seolah-olah diarahkan kesana) untuk melaksanakan jawaban tersebut.
6. Jika iya, maka diamlah sejenak. Pejamkan mata, katakan dalam hati jawaban itu. Katakan berulang-ulang. Apakah Anda merasakan keriangan yang luar biasa? Jika iya, maka lanjutkan baca nomor tujuh di bawah ini.
7. “SAKSIKANLAH BAHWA ITULAH PANGGILAN JIWA ANDA, DAN UNTUK HAL ITULAH ANDA ADA.”
8. Sebagai penguatan, silahkan cocokkan dengan makna nama Anda. Cocokkan dengan tokoh-tokoh dan sosok yang sangat Anda kagumi. Cocokkan dengan sifat dan karakteristik murni Anda yang apa adanya. Jika cocok,
9. Tunggu apa lagi? laksanakan tugas Anda! Dan Anda akan membuktikan sendiri bahwa Anda bisa hidup, menikmati hidup, dan memaknai hidup. Ketiga-tiganya bisa Anda dapatkan.

Mulailah membuat rencana, bagaimana saya bisa melaksanakan tugas kehidupan saya. Bagaimana saya bisa mewujudkan panggilan jiwa saya. Nah, barulah Anda melakuan SWOT.
S, Strength (KEKUATAN); apa saja kekuatan saya, yang bisa saya gunakan untuk mencapai panggilan jiwa saya.
W, Weakness (KELEMAHAN); apa saja kelemahan saya, yang barangkali melemahkan usaha saya dalam mencapai panggilan jiwa saya.
O, Opportunity (KESEMPATAN/ PELUANG); kesempatan apa yang bisa saya manfaatkan untuk membantu tercapainya panggilan jiwa saya.
T, Threatmen (ANCAMAN); apa saja ancaman yang menghadang dalam usaha mecapai panggilan jiwa saya.

Rumusnya, Gunakan kekuatan dan peluang semaksimal mungkin, dan segera atasi setiap kelemahan dan ancaman dengan penuh keteguhan.

Setelah itu, buatlah rencana harian, pekanan, bulanan, dan tahunan. Susunlah target-target apa yang aku capai dalam tahun ini, tahun depan, tahun depannya lagi, sampai panggilan jiwa Anda benar-benar terwujud. Susunlah waktu Anda berdasarkan kebutuhan untuk:

1. Spiritualitas (sholat, zikir, tilawah, dll)
2. Pemulihan (makan, minum, tidur, olahraga, dll)
3. Relaksasi (hobi, jalan-jalan, nonton, bersenang-senang, pijat, spa, dll)
4. Perawatan (mandi, cuci baju, merawat barang-barang pribadi, kendaraan, dll)
5. Pembelajaran (membaca, kontemplasi, berdiskusi, ngaji, sekolah, kursus, dll)
6. Produktifitas (apa saja yang berhubungan dengan panggilan jiwa Anda, contoh: menulis, mengajar, mencipta sesuatu, berkarya, dll)
7. Interaksi (ngobrol, silaturrahmi, sms, telpon, chatting, fb, dll)

Jalankan semua yang telah Anda rencanakan dengan penuh komitmen, cinta, dan disiplin. Anda tidak harus pintar disetiap bidang, barangkali panggilan jiwa Anda memang bukan untuk menjadi ranking satu, bukan untuk mendapat matematika sembilan, bukan untuk melakukan dan mencapai sesuatu gara-gara terpancing ingin bersaing dengan yang lain, atau sakit hati dikatakan bodoh. Setiap manusia adalah unik, otentik, dan memiliki peran yang khas. Jangan samakan dengan mesin atau robot, yang bisa dicetak sama dan seragam. Kalau demikian, Anda sama saja dengan skrup, dan saya akan dengan senang hati mengulir Anda dengan obeng. Tidak usah kecil hati dengan keberhasilan yang di capai oleh orang lain. Lihatlah, keberhasilan apapun, kalau bukan berdasarkan panggilan jiwa, orangnya tidak akan benar-benar bahagia. Kebahagiaannya Cuma kebahagiaan semu karena melihat dialah yang terbaik dan mampu mengalahkan orang lain. Keberhasilan yang berdasarkan panggilan jiwa, pasti orang lain turut bahagia, semua merasakan manfaatnya. Dan semua merasakan sama-sama menang. Camkan baik-baik.

Beberapa puluh tahun yang akan datang, kabarkan kepada saya tentang diri Anda yang telah berhasil mewujudkan panggilan jiwa.

GOOD LUCK! Allah selalu menyertaimu.

Sembilan Kaidah Keadaan
Bakda Mulud, 1432 H


“Yang dahulunya tiada, kemudian menjadi ada, selanjutnya tidak ada, adalah benar-benar tidak ada.”

“Yang dahulunya ada, kemudian tetap ada, dan selalu ada, adalah benar-benar ada.”

“Yang kemarin sudah pergi, yang esok masih misteri, yang benar-benar ada adalah saat ini.”

“Segala sesuatu ada saatnya, tidak ada yang harus dipercepat ataupun diperlambat.”

“Semakin diusahakan, semakin sulit dijangkau; semakin dibiarkan, semakin ia datang mendekat.”

“Tidak ada masalah; yang ada hanya keinginan kita untuk mengeluh.”

“Segala sesuatu berada dalam jangkauan tangan; akan tetapi kaki kita demikian senang bepergian.”

“Yang terpenting adalah kesadaran; bahwa kita tidak benar-benar ada; sehingga saat kita terjatuh, kita secepatnya paham, bahwa kita tidak benar-benar sakit.”

“Yang tidak ada bergantung sepenuhnya kepada yang ada; suka atau tidak suka.”


Muhammad Zainur Rakhman

Selasa, 22 Maret 2011

KONSEP KEGIATAN
“PELATIHAN, PENGUJIAN, DAN PEMBENTUKAN PENGURUS BARU”
FORUM UKHUWAH KAJIAN ISLAMIYAH
[P4-B FUKI]

Latar Belakang Kegiatan:
Sebuah organisasi adalah sekumpulan orang yang memiliki tujuan yang sama, bekerja sama dalam sebuah sistem yang terstruktur dan berkesinambungan. Dalam rangka kesinambungan tersebut, perlunya menyiapkan generasi penerus yang akan melanjutkan gerak organisasi agar selalu menuju tujuan yang telah ditetapkan dengan capaian-capaian prestasi karya yang lebih gemilang. Forum Ukhuwah Kajian Islamiyah memiliki sistem kaderisasi yang tersusun rapi dan memperhatikan segala aspek yang berkaitan dengan kebutuhan-kebutuhan anggota, dalam rangka pewarisan sistem, kesinambungan kerja, dan pembentukan generasi penerus yang lebih baik. Sistem ini diampu oleh Unit Pengkaderan yang bertanggungjawab secara langsung terhadap Koordinator. Dalam sistem kaderisasi, FUKI telah melaksanakan serangkaian kegiatan dari mulai rekruitmen, Launching Anggota, Basic Training, dan Mabit Rihlah. Setelah Mabit Rihlah, FUKI mengadakan kegiatan Mentoring secara rutin bagi anggota alumni Mabit Rihlah. Dalam tahapan selanjutnya, FUKI menyiapkan para anggota untuk mengampu tanggungjawab yang sebenarnya; menjadi pengurus. Untuk itulah FUKI mengadakan kegiatan bertajuk Pelatihan, Pengujian, dan Pembentukan Pengurus Baru Forum Ukhuwah Kajian Islamiyah atau disingkat P4-B FUKI.

Dasar Kegiatan:
- Amanat Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Forum Ukhuwah Kajian Islamiyah
- Keputusan Syuro (Koordinator, Ketua Keputrian, Sekjen FUKI, dan Ketua Pengkaderan), Ket: Silahkan dilengkapi hari dan tanggalnya, juga waktunya.

Agenda Kegiatan:
- Agenda Pelatihan (Kepemimpinan dan Manajemen)
- Agenda Pengujian (KeIslaman dan Ke-fuki-an)
- Agenda Pembentukan Pengurus Baru (Pembahasan AD/ ART,Pertanggungjawaban Pengurus Lama, serta Pemilihan Koordinator dan Pengurus Baru)

Materi Kegiatan:
- Bagaimana Berpikir dan Berjiwa Besar
- Bagaimana Memimpin dengan Efektif
- Bagaimana Memimpin dan Mengelola Forum Ukhuwah Kajian Islamiyah
- Simulasi Orasi (Tema Islam dan Kebangsaan)
- Simulasi Ceramah (Tema Akhlaq dan Manajemen Qalbu)
- Bedah AD/ ART
- Simulasi Pembuatan Program Kerja
- Simulasi Pembuatan Proposal, Penyusunan Anggaran, Pembuatan Surat, dan Kelengkapan Administrasi Organisasi
- Tes Tertulis Hafalan Seratus Hadits Pilihan
- Tes Lisan Hafalan Al Qur’an (al Fatihah, al Baqarah 1-20, Ayat Kursy, al Baqarah 284-286)
- Simulasi Kebersamaan dengan Allah
- Tes Lisan Presentasi Tentang Islam
- Tes Lisan Presentasi Tentang FUKI
- Pengucapan Janji Anggota

Sesi dan Waktu Kegiatan
- Sesi I (15.30-17.30)
• Bagaimana Berpikir dan Berjiwa Besar
• Bagaimana Memimpin dengan Efektif
• Simulasi Orasi (Tema Islam dan Kebangsaan)
• Simulasi Ceramah (Tema Akhlaq dan Manajemen Qalbu)
- Sesi II (20.30-21.30)
• Bagaimana Memimpin dan Mengelola Forum Ukhuwah Kajian Islamiyah
• Bedah AD/ ART
- Sesi III (21.45-22.30)
• Simulasi Pembuatan Program Kerja
• Simulasi Pembuatan Proposal, Penyusunan Anggaran, Pembuatan Surat, dan Kelengkapan Administrasi Organisasi
- Sesi IV (02.30-04.00)
• Simulasi Kebersamaan dengan Allah
• Tes Lisan Presentasi Tentang Islam
• Tes Lisan Presentasi Tentang FUKI
- Sesi V (04.00-04.30)
• Pengucapan Janji Anggota
- Sesi VI (05.00-06.00)
• Tes Tertulis Hafalan Seratus Hadits Pilihan
• Tes Lisan Hafalan Al Qur’an (al Fatihah, al Baqarah 1-20, Ayat Kursy, al Baqarah 284-286)
- Sesi VII (07.00-09.00)
• Pembahasan AD/ ART
- Sesi VIII (09.15-11.00)
• Pertanggungjawaban Pengurus Lama
• Pemilihan Koordinator FUKI
• Pembentukan Pengurus Baru
• Penutupan

Detail Kegiatan
- Sesi I (15.30-17.30)
• Bagaimana Berpikir dan Berjiwa Besar, Bagaimana Memimpin dengan Efektif
>> peserta sudah dikondisikan berada dalam ruangan kelas dengan format tempat duduk melingkar (tanpa meja), putra putri terpisah. Trainer berdiri ditengah-tengah lingkaran, berbicara dan berinteraksi secara aktif dengan peserta. Untuk materi ini, dibagi menjadi sembilan bagian yang akan diampu juga oleh sembilan trainer (putra sembilan, putri sembilan), setiap trainer bergantian membawakan satu bagian dengan durasi 10 menit. Setelah training selesai, peserta dibagikan copy-an materi, satu orang satu. Selama training, peserta tidak diperbolehkan mencatat, dan dikondisikan untuk aktif memperhatikan dan melakukan dialog dengan para trainer.
• Simulasi Orasi (Tema Islam dan Kebangsaan)
>> kali ini, berada diluar ruangan. Setting sama, dengan tempat duduk melingkar yang akan difungsikan sebagai podium peserta. Setiap peserta berdiri diatas kursi, berorasi tentang tema Islam dan kebangsaan, dengan fokus tema aktual sesuai apa yang dipilihnya (bebas). Semua peserta berorasi secara bersamaan dalam durasi waktu 15 menit tanpa jeda. Tugas sembilan trainer adalah memancing dan menyemangati setiap peserta untuk terus berbicara. Putra dan putri berada dilokasi yang terpisah. Simulasi Ceramah (Tema Akhlaq dan Manajemen Qalbu)
>> Setelah itu, para peserta menuju tempat yang bisa untuk duduk lesehan, masing-masing mereka akan berceramah secara serentak tentang tema Akhlaq dan manajemen Qalbu, dengan fokus tema sesuai pilihan mereka (bebas). Trainer menjadi pendengar setia. Ceramah berbeda dengan orasi. Penekanan ceramah ada pada kekuatan materi dan isi, sedangkan orasi ada pada kekuatan suara dan ketepatan pemilihan kata. Ceramah tidak perlu lantang dan menggebu-nggebu, tetapi runtut dan jelas pembahasannya.

- Sesi II (20.30-21.30)
• Bagaimana Memimpin dan Mengelola Forum Ukhuwah Kajian Islamiyah
>> Peserta dibagikan modul yang ada pada Faiz Ahsan, Bagaimana Memimpin dan Mengelola FUKI, peserta dipersilahkan membaca dan merenungi, kemudian tanya jawab dengan pengurus berkaitan apa yang belum dipahami. Durasi Setengah jam saja.
• Bedah AD/ ART
>> Sama seperti sebelumnya, peserta dibagikan AD/ART, Koordinator dan pengurus memandu peserta dalam memahami AD/ ART, dan memberikan penjelasan apabila ada yang belum paham. Durasi setengah jam saja. Target dua materi tersebut adalah untuk membentuk kesadaran peserta tentang arti penting keberadaan FUKI di Madrasah. Untuk dua materi tersebut, bisa dilakukan di masjid atau kelas, disatukan putra-putri tetapi tetap dipisah.

- Sesi III (21.45-22.30)
• Simulasi Pembuatan Program Kerja
>> bentuk sesuai kelompok mentoring atau kelompok baru sesuai sikon, kemudian masing-masing kelompok membuat program kerja satu tahun kepengurusan. Setelah itu, masing-masing kelompok mempresentasikan program kerjanya dan mendapat pertanyaan dari kelompok lain.
• Simulasi Pembuatan Proposal, Penyusunan Anggaran, Pembuatan Surat, dan Kelengkapan Administrasi Organisasi.
>> masih dalam satu kelompok, setiap kelompok dipandu oleh satu orang pengurus untuk membuat proposal, surat, dan bagaimana menyusun anggaran. Mereka boleh berimajenasi akan melakukan kegiatan apa yang sederhana. Dipresentasikan lagi. Setelah itu, tidur. Bila waktu mulur, batas maksimalnya adalah jam 11.30 harus sudah tidur. Jika materi belum selesai, bisa dipending saja. Seiring berjalannya waktu, membuat proposal dan anggaran akan menjadi hal yang biasa. Bisa dengan sendirinya.

- Sesi IV (02.30-04.00)
• Simulasi Kebersamaan dengan Allah
>> Buat sebuah rute memutar yang agak panjang tetapi masih dilingkungan madrasah. Setiap peserta akan berjalan sendiri-sendiri, bergiliran, menempuh rute yang ditentukan. Setiap peserta diperintahkan untuk selalu berzikir selama berjalan, dan merasakan kebersamaan dengan Allah, dan menghayati untuk apa ia diciptakan. Tidak ada campur tangan dari panitia selama perjalanan dalam bentuk apapun (menakut-nakuti dsb). Biarkan mereka mendalami dirinya dalam perenungan terdalam. Yang terpenting, tetap memperhatikan dan menjaga setiap peserta dari kemungkinan melihat hal-hal yang ghaib atau segala macam gangguan.
• Tes Lisan Presentasi Tentang Islam
>> setelah selesai berjalan, setiap peserta menemui satu orang pengurus untuk ditanyakan dan diminta menjelaskan, apa itu Islam dan apa itu FUKI. Pengurus berhak mengkondisikan dan menginisiasi peserta dengan tujuan memancing kesadaran berIslam dan memperjuangkan Islam (kalau bisa sampai peserta menangis). INGAT! Putra dengan putra, putri dengan putri.
• Tes Lisan Presentasi Tentang FUKI
>> seperti diatas.

- Sesi V (04.00-04.30)
• Pengucapan Janji Anggota
>> dipimpin oleh koordinator, semua peserta mengucapkan janji anggota dengan penuh kekhusyukkan. Bisa dilakukan simbolisasi dengan pemakaian surban dan jilbab lebar.

- Sesi VI (05.00-06.00)
• Tes Tertulis Hafalan Seratus Hadits Pilihan
>> dikelas atau dimasjid, tes berbentuk esay.
• Tes Lisan Hafalan Al Qur’an (al Fatihah, al Baqarah 1-20, Ayat Kursy, al Baqarah 284-286)
>> setiap peserta setor hafalan kepada pengurus, satu-satu.

- Sesi VII (07.00-09.00)
• Pembahasan AD/ ART
>> dibahas pasal-per pasal serta didiskusikan apakah ada yang perlu diamandemen.
- Sesi VIII (09.15-11.00)
• Pertanggungjawaban Pengurus Lama
>> Pidato Terakhir Koordinator, Pesan-pesan untuk generasi penerus
>> Laporan Keuangan FUKI setahun
>> Evaluasi dari peserta apakah pengurus sudah dinilai bertanggungjawab atau belum, jika belum, apakah tebusannya (sebaik-baik tebusan adalah yang mengenyangkan he..)
• Pemilihan Koordinator FUKI
>> lihat AD/ART
• Pembentukan Pengurus Baru
>> pembacaan struktur pengurus baru
>> pidato perdana koordinator baru
>> serah terima
• Penutupan
>> berpelukan (INGAT! Putra dengan putra, putri dengan putri, cium tangan Babe (Koordinator) sama Mamah baru (ketua keputrian))

Dengan konsep ini silahkan teman-teman susun proposalnya dan anggarannya. Diperhitungkan juga untuk biaya fotocopy materi-materinya. Diusahakan bisa selesai proposalnya minggu ini, sehingga senin atau bahkan sebelumnya, bisa diajukan ke pihak Madrasah. Untuk tes hadits, akan saya siapkan.
Saya usulkan hari H nya, pas hari libur wafat Isa al masih. Kalau tidak ada agenda lain. Selamat Berjuang teman-teman, semoga keberkahan dan kemudahan selalu menyertai kalian. Barakallah.

Senin, 25 Oktober 2010

Berkaca Dari Anak 12 Tahun

Cerita ini berbicara mengenai seorang anak yang bernama Severn Suzuki seorang anak yang pada usia 9 tahun telah mendirikan Enviromental Children's Organization ( ECO ).

ECO sendiri adalah Sebuah kelompok kecil anak" yang mendedikasikan diri Untuk belajar dan mengajarkan pada anak" lain mengenai masalah" lingkungan.

Dan mereka pun diundang menghadiri Konfrensi Lingkungan hidup PBB, dimana pada saat itu Seveern yang berusia 12 Tahun memberikan sebuah pidato kuat yang memberikan pengaruh besar ( dan membungkam ) beberapa pemimpin dunia terkemuka.

Apa yang disampaikan oleh seorang anak kecil ber-usia 12 tahun hingga bias membuat RUANG SIDANG PBB hening, lalu saat pidatonya selesai ruang sidang penuh dengan orang" terkemuka yang berdiri dan memberikan Tepuk Tangan yang meriah kepada anak berusia 12 tahun.

Inilah Isi pidato tersebut: (sumber The Collage Foundation)


Halo, nama Saya Severn Suzuki, berbicara mewakili E.C.O – Enviromental Children Organization

Kami Adalah Kelompok dari kanada yang terdiri dari anak" berusia 12 dan 13 tahun. Yang mencoba membuat Perbedaan: Vanessa Suttie, Morga, Geister, Michelle Quiq dan saya sendiri. Kami menggalang dana untuk bisa datang kesini sejauh 6000 mil. Untuk memberitahukan pada anda sekalian orang dewasa bahwa anda harus mengubah cara anda, Hari ini Disini juga. Saya tidak memiliki agenda tersembunyi. Saya menginginkan masa depan bagi diri saya saja.

Kehilangan masa depan tidaklah sama seperti kalah dalam pemilihan umum atau rugi dalam pasar saham. Saya berada disini untuk berbicara bagi semua generasi yang akan datang.

Saya berada disini mewakili anak" yang kelaparan di seluruh dunia yang tangisannya tidak lagi terdengar.

Saya berada disini untuk berbicara bagi binatang" yang sekarat yang tidak terhitung jumlahnya diseluruh planet ini karena kehilangan habitat nya. Kami tidak boleh tidak di dengar.

Saya merasa takut untuk berada dibawah sinar matahari karena berlubang nya lapisan OZON. Saya merasa takut untuk bernafas karena saya tidak tahu ada bahan kimia apa yang dibawa oleh udara.

Saya sering memancing di di Vancouver bersama ayah saya hingga beberapa tahun yang lalu kami menemukan bahwa ikan"nya penuh dengan kanker. Dan sekarang kami mendengar bahwa binatang" dan tumbuhan satu persatu mengalami kepunahan tiap harinya - hilang selamanya.

Dalam hidup saya, saya memiliki mimpi untuk melihat kumpulan besar binatang" liar, hutan rimba dan hutan tropis yang penuh dengan burung dan kupu".


tetapi sekarang saya tidak tahu apakah hal" tersebut bahkan masih ada untuk dilihat oleh anak saya nantinya.

Apakah anda sekalian harus khawatir terhadap masalah" kecil ini ketika anda sekalian masih berusia sama serperti saya sekarang?

Semua ini terjadi di hadapan kita dan walaupun begitu kita masih tetap bersikap bagaikan kita masih memiliki banyak waktu dan semua pemecahan nya.


Saya hanyalah seorang anak kecil dan saya tidak memiliki semua pemecahan nya tetapi saya ingin anda sekalian menyadari bahwa anda sekalian juga sama seperti saya!

Anda tidak tahu bagaimana caranya memperbaiki lubang pada lapisan ozon kita.
Anda tidak tahu bagaimana cara mengembalikan ikan-ikan salmon ke sungai asalnya.


Anda tidak tahu bagaimana caranya mengembalikan binatang-binatang yang telah punah.

Dan anda tidak dapat mengembalikan Hutan-Hutan seperti sediakala di tempatnya yang sekarang hanya berupa padang pasir..
Jika anda tidak tahu bagaimana cara memperbaikinya.
TOLONG BERHENTI MERUSAKNYA!

Disini anda adalah deligasi negara-negara anda. Pengusaha, Anggota perhimpunan, wartawan atau politisi - tetapi sebenernya anda adalah ayah dan ibu, saudara laki" dan saudara perempuan, paman dan bibi - dan anda semua adalah anak dari seseorang.

Saya hanyalah seorang anak kecil, namun saya tahu bahwa kita semua adalah bagian dari sebuah keluarga besar, yang beranggotakan lebih dari 5 milyar, terdiri dari 30 juta rumpun dan kita semua berbagi udara, air dan tanah di planet yang sama - perbatasan dan pemerintahan tidak akan mengubah hal tersebut.

Saya Hanyalah seorang anak kecil namun begitu saya tahu bahwa kita semua menghadapi permasalahan yang sama dan kita seharusnya bersatu untuk tujuan yang sama.

Walaupun marah, namun saya tidak buta, dan walaupun takut, saya tidak ragu untuk memberitahukan dunia apa yang saya rasakan.

Di Negara saya, kami sangat banyak melakukan penyia-nyiaan, kami membeli sesuatu dan kemudian membuang nya, beli dan kemudian buang. walaupun begitu tetap saja negara" di utara tidak akan berbagi dengan mereka yang memerlukan.


Bahkan ketika kita memiliki lebih dari cukup, kita merasa takut untuk kehilangan sebagian kekayaan kita, kita takut untuk berbagi.

Di Kanada kami memiliki kehidupan yang nyaman, dengan sandang, pangan dan papan yang berkecukupan - kami memiliki jam tangan, sepeda, komputer dan perlengkapan televisi.

Dua hari yang lalu di Brazil sini, kami terkejut ketika kami menghabiskan waktu dengan anak" yang hidup di jalanan. Dan salah satu anak tersebut memberitahukan kepada kami: " Aku berharap aku kaya , dan jika Aku kaya, Aku akan memberikan anak" jalanan makanan, pakaian dan obat-obatan, tempat tinggal . dan Cinta dan Kasih sayang " .

Jika seorang anak yang berada dijalanan yang tidak memiliki apapun, bersedia untuk berbagi, mengapa kita yang memiliki segalanya masih begitu serakah?

Saya tidak dapat berhenti memikirkan bahwa anak" tersebut berusia sama dengan saya , bahwa tempat kelahiran anda dapat membuat perbedaan yang begitu besar. bahwa saya bisa saja menjadi salah satu dari anak" yang hidup di Favellas di Rio; saya bisa saja menjadi anak yang kelaparan di Somalia ; seorang korban perang timur tengah atau pengemis di India .

Saya hanyalah Seorang anak kecil namun saya tahu bahwa jika semua Uang yang dihabiskan untuk perang dipakai untuk mengurangi tingkat kemisikinan dan menemukan jawaban terhadap permasalahan alam, betapa indah jadinya dunia ini.

Di sekolah, bahkan di taman kanak-kanak anda mengajarkan kami untuk berbuat baik. Anda mengajarkan pada kami untuk tidak berkelahi dengan orang lain.


Mencari jalan keluar, membereskan kekacauan yang kita timbulkan.

Tidak menyakiti makhluk hidup lain, Berbagi dan tidak tamak..

Lalu mengapa anda kemudian melakukan hal yang anda ajarakan pada kami supaya tidak boleh dilakukan tersebut?

Jangan lupakan mengapa anda menghadiri Konferensi ini. mengapa anda melakukan hal ini - kami adalah anak" anda semua , Anda sekalianlah yang memutuskan dunia seperti apa yang akan kami tinggali. Orang tua seharus nya dapat memberikan kenyamanan pada anak" mereka dengan mengatakan " Semuanya akan baik-baik saja ". 'kami melakukan yang terbaik yang dapat kami lakukan' dan ' ini bukanlah akhir dari segalanya'

Tetapi saya tidak merasa bahwa anda dapat mengatakan hal tersebut kepada kami lagi. Apakah kami bahkan ada dalam daftar prioritas anda semua?


Ayah saya selalu berkata ' kamu akan selalu dikenang karena perbuatan mu bukan oleh kata" mu '

Jadi, apa yang anda lakukan membuat saya menangis pada malam hari. Kalian orang dewasa berkata bahwa kalian menyayangi kami.

Saya menantang A N D A , cobalah untuk mewujudkan kata" tersebut.

Sekian dan terima kasih atas perhatian nya.

Servern Cullis-Suzuki telah membungkam 1 ruang sidang Konfrensi PBB, membungkam seluruh Orang" penting dari seluruh dunia hanya dengan pidatonya, setelah pidato nya selesai serempak seluruh Orang yang hadir diruang pidato tersebut berdiri dan memberikan tepuk tangan yang meriah kepada anak berusia 12 tahun.

dan setelah itu ketua PBB mengatakan dalam pidato nya..

" Hari ini Saya merasa sangatlah Malu terhadap Diri saya sendiri karena saya baru saja disadarkan betapa pentingnya linkungan dan isi nya disekitar kita oleh Anak yang hanya berusia 12 tahun yang maju berdiri di mimbar ini tanpa selembar pun Naskah untuk berpidato, sedang kan saya maju membawa berlembar naskah yang telah dibuat oleh assisten saya kemarin. Saya ... tidak kita semua dikalahkan oleh anak yang berusia 12 tahun" (cetivasi) **

Sumber: http://www.kepriterkini.com

Jumat, 22 Oktober 2010

SUPLEMEN KEDUA

Tips Praktis Memimpin dan Mengelola
Forum Ukhuwah Kajian Islamiyah
FUKI


"MENGGAPAI MIMPI FUKI"


Setelah Anda memahami konsep untuk apa FUKI ada, berikut ini saya akan mencoba berbagi tentang bagaimana teknisnya; tentu saja hal ini bukan berarti sesuatu yang mutlak harus dilakukan, hanya saja hal ini bisa dijadikan semacam masukan dan barangkali inpirasi bagi mereka pemimpin-pemimpin FUKI (ingat, semua individu pengurus adalah pemimpin FUKI).

Jika Anda,


Pengurus FUKI

maka itu berarti,

ANDA adalah


PEMIMPIN FUKI

Inilah tips-tips yang mudah-mudahan bermanfaat:

1. Selesailah dengan diri Anda terlebih dulu. Setiap orang tentu punya masalah, punya kecenderungan watak dan emosi yang berbeda-beda, pun jelasnya memiliki segudang problem, entah itu keluarga, belajar, relasi, hobi, aktivitas pribadi, dan sebagainya. Jangan terhenti kepada keluhan, tapi teruslah bertindak dan lihatlah apa yang bisa kita lakukan. Penting sekali untuk menghindari sikap perfeksionis, kenapa? jelas beda banget, antara apa yang ada dalam pikiran kita dengan realitas. Kaidah Ushul Fiqh mengatakan, "Sesuatu yang tidak bisa dikerjakan semuanya, jangan ditinggalkan seluruhnya", artinya, jika memang kondisi tidak seideal yang kita harapkan, ya sudah, kita lakukan semampu kita saja. Kadang-kadang, karena ingin mengejar kesempurnaan dan kondisi ideal, kita terjebak kepada keputus-asaan dan patah semangat ketika realitas yang terjadi adalah 'ke tak sempurnaan'. Akhirnya, kita sibuk untuk menyesali kedaan, kenapa si jadi begini... dan akhirnya tak ada sesuatu pun yang kita perbuat.

"Anda harus selesai dengan diri Anda."

artinya, selesai dari penyesalan, rasa bersalah, rasa tidak mampu, rasa tidak bisa mengendalikan, dan sejuta rasa yang lain yang membuat Anda mandeg.

Hentikan!

"Bebaskan perasaan Anda, dan ciptakan jiwa yang bebas dan penuh keriangan,"

"BERTINDAKLAH!"

APAPUN ITU, LAKUKANLAH SESUATU,

Percayalah,

JIKA ANDA TOTAL MENYERAH, TANGAN ANDA AKAN DIBIMBING OLEH ALLAH

DAN BERBAGAI MACAM IDE SEGAR, SOLUSI, KREATIVITAS, DAN INOVASI

AKAN MENGALIR DENGAN DERAS

itu semua hanya jika:

"JIWA ANDA BEBAS"


2. Mulailah menata bangunan pribadi Anda, konsep hidup, segala macam hal yang ingin Anda capai, aktivitas Anda, porsi-porsi kebutuhan Anda, dan sebagainya. Tatalah diri Anda berdasarkan naluri Anda dengan prinsip kebebasan dalam iradah Tuhan. Kelola waktu Anda! Barangkali FUKI bukan prioritas utama Anda, namun bukan berarti Anda tidak bisa berbuat maksimal. Prioritas hanya bermakna urutan berdasarkan naluri dan intuisi Anda. Keakraban Anda dengan suara hati akan sangat membantu mengelola aktivitas Anda yang bermacam-macam (termasuk di dalamnya adalah FUKI).

3. Tulislah apa saja yang terbetik dalam hati dan pikiran Anda (sekali lagi, dengan kondisi jiwa yang bebas dan riang), tentang sesuatu yang akan saya lakukan di FUKI (dengan memahami konsep untuk apa FUKI ada). Setelah itu, berkumpullah, komunikasikan tulisan-tulisan Anda (setiap orang hendaknya punya dong sesuatu yang bisa diberikan).

"PANTANG MENGANDALKAN ORANG LAIN, APALAGI MENGANDALKAN SATU ORANG"


komunikasikan dengan bebas dan riang, tanpa beban, tanpa ketakutan, tanpa tekanan apapun:

"ANDA BERBUAT KARENA MEMANG ANDA HARUS BERBUAT"


* Jika ada lima orang pengurus yang melakukan hal-hal tersebut di atas, berarti paling tidak, ada lima kegiatan atau aktivitas yang bisa dilakukan (minimal lho...)
setiap orang akan dibantu dan membantu, memimpin dan dipimpin, karena:


"INILAH KARYA KITA BERSAMA"


FOR ALLAH
FOR ISLAM
FOR RASULULLAH SAW
FOR UMMAH


"Yang saya bayangkan dari pengurus FUKI, adalah mereka yang memiliki mental berkarya untuk ummat, bukan mereka yang sibuk dengan urusan diri mereka sendiri"


4. Lakukanlah!


Sangat Teknis:

1. Berkumpullah minimal 12 pengurus, 6 ikhwan, 6 akhwat. Berjanjilah untuk sebuah komitmen.

2. Bertemulah mereka setiap istirahat pertama, sesibuk apapun, mereka harus bertemu meski untuk lima menit, 2 raka'at dhuha. Saling memberilah mereka nasehat satu dengan yang lain, berjanji dan menghidupkan hati untuk sebuah mimpi.

3. Bertebaranlah setiap orang diantara mereka pada setiap kesempatan, untuk menyapa adik-adik anggota FUKI, menyambangi kelas mereka, sekedar mengobrol, dan bertanya-tanya, 'adakah sesuatu yang bisa aku lakukan untukmu?'
4. Masing-masing dari minimal dua belas orang itu adalah pemuda-pemudi yang tangguh yang malam harinya selalu diisi dengan Shalat malam, tilawah Qur'an minimal satu halaman, dan menjaga akhlaq serta kesucian mereka. Masing-masing mereka adalah insan-insan yang berdialog secara intens dengan Allah dimanapun dan kapanpun.

5. Masing-masing dari minimal dua belas orang itu telah bertekad untuk membimbing setidaknya lima anak dari adik-adik FUKI, untuk saling berbagi dan menguatkan dalam keimanan dan keislaman. Kelompok-kelompok kecil mereka selalu meramaikan masjid Allah dengan zikir, tilawah, dan diskusi yang hangat dan penuh kasih sayang. Setiap hari, masjid Allah selalu diisi oleh kelompok-kelompok kecil mereka secara bergiliran. Selama enam hari, masjid Allah menjadi makmur.

6. Masing-masing dari minimal dua belas orang itu, memiliki karya yang khas dalam berbagai bentuk. Ada yang mengurus kajian umum keputrian, ada yang mengurus hadrah, ada yang mengurus ini itu, dsb. Masing-masing mereka selalu bersemangat, berbangga, dan menceritakan apa yang menjadi bagiannya, dan antara satu dengan yang lain selalu menyemangati dan memberi masukan.

7. Sekali dalam sepekan, mereka berkumpul (sesibuk apapun aktivitas mereka diluar FUKI, mereka tidak akan absen untuk menghadiri pertemuan tersebut). Yang utama, adalah kajian, saling berbagi ilmu dan saling menguatkan spiritualitas dan ruh FUKI. Mereka juga membahas segala macam kemajuan karya-karya yang mereka lakukan, dan mereka senantiasa senang untuk meningkatkan kualitas kemajuan tersebut dikarenakan rasa cinta mereka kepada:




"ALLAH"



Setelah itu, biasanya mereka akan bertangis, berpeluk dalam haru persaudaraan (tentu saja ikhwan sama ikhwan, akhwat sama akhwat). Mereka sangat merindukan pertemuan yang disebut "kajian mentoring" setiap pekannya. hm...

8. Sebulan sekali, mereka bermalam (mabit pengurus), bergiliran dirumah salah seorang diantara mereka, mereka akan saling mengeratkan rasa ukhuwah, merilekskan pikiran dan jiwa, saling mengenal dan menjaga satu dengan yang lain, saling bersilaturrahmi dengan keluarga masing-masing, mengenal ayah-ibu masing-masing. Saat itu, kegiatan mereka bersifat santai, ada diskusi, ada kesenian islami, dan malamnya bersama-sama zikrul ghafilin dan shalat malam berjamaah.. nyesss... sejuk sekali ...

9. Tiga bulan sekali, mereka (minimal dua belas orang itu) mengajak adik-adik FUKI (12x5= sekitar 60 anak), bersama-sama piknik dan refresing ke tempat-tempat yang indah dan menyenangkan, tapi murah, seperti alun-alun, museum jensud, tepi sungai logawa, kongkow bareng di stasiun, dan tempat-tempat nyentrik lainnya (ah mulai ngaco nie...ngigoo..hi).

udah agh.. cape nie ngetiks di warnet hehe..

Yah, ceritanya lanjut kapan2 yaks..

AH, POKOKNYA MEREKA KEREN ABIZZ LAH .. UNIK, NYENTRIK, DAN SHOLEH..

AMIN YA RABB.


_________________________________________
Sekeping hati, catatan mimpi seorang,
Muhammad Zainur Rakhman



BUksss!!! Bangun Zein.. bangun ... ! uah uah ...


--al Fatihah sent to Fakaiser--




















Selasa, 19 Oktober 2010

Berbagi



"Sungguh, siapa-siapa yang sibuk baca Alqur'an, mempelajarinya, mengajarkannya, hingga ia lupa berdo'a, maka Allah akan memberi semua apa yang ia butuhkan seakan-akan ia berdo'a kepada Allah."



SUPLEMEN

Bagaimana Memimpin dan Mengelola

Forum Ukhuwah Kajian Islamiyah

FUKI


Terlebih dahulu, Anda harus memahami konsep, “Untuk apa FUKI ada?”, karena sebuah tujuan atau katakanlah mimpi adalah ruh yang mengilhami keseluruhan bentuk dan gerak di dalam ruang dan waktu dimana sesuatu mengada. Pemahaman terhadap tujuan, menentukan keberhasilan. Sebelum memahami tujuan, perlu diketahui pula cakupan ruang dan waktu. Dari segi ruang, FUKI adalah organisasi lokal, bahkan hanya sebuah sekbid di bawah OSIS yang cakupan bidangnya adalah kerohanian, dengan lingkup Madrasah Aliyah Negeri Purwokerto 1, serta sasaran kerjanya adalah seluruh siswa-siswi Madrasah Aliyah Negeri Purwokerto 1. Dari segi waktu, masa kerja FUKI hanya satu tahun, artinya, pengurus FUKI harus memanfaatkan dengan baik selama jangka waktu satu tahun kepengurusan untuk mewujudkan apa yang disebut “Mimpi FUKI”.


SEGALA YANG BESAR DIMULAI DARI SEBUAH IMPIAN”


KONSEP


Untuk memahami mimpi FUKI, pertama kali Anda harus duduk merenung, mendalami kesadaran, menarik nafas perlahan, dan memulai dialog dengan diri,


(dalam setiap fase-fase perenungan, teruslah mengulang-ngulang, “untuk apa FUKI ada?”)


Kenyataan bahwa seluruh siswa-siswi MAN Purwokerto 1 adalah muslim dan muslimah adalah fakta yang tidak terbantahkan. Anda pun sebagai siswa/ siswi MAN Purwokerto 1 adalah seorang muslim/ muslimah. Anda yakin bahwa diri Anda mulai menyadari bahwa Islam adalah agama yang haq, agama yang akan menjadi jalan keselamatan menuju akherat. Anda pun yakin bahwa syariat yang ada dalam Islam merupakan syariat yang paripurna, lengkap, utuh, dan menjamin kebahagiaan dunia dan akherat. Anda yakin bahwa hidup ini tidak berakhir hanya dengan kematian. Masih ada hidup setelah kematian, dimana setiap hal yang dilakukan seseorang sekecil apapun, akan dibalas. Kebaikan dibalas kebaikan, keburukan juga dibalas keburukan. Syariat Islam memungkinkan seseorang untuk menjadi orang baik (shaleh), dan bagi orang baik, tentu layak mendapat kehidupan terbaik yang abadi disisi Allah. Anda ingin menjadi orang yang shaleh, dan Anda yakin, Allah pasti menepati janjiNya kepada hamba-hamba yang shaleh, dengan kebaikan yang besar. Anda memahami, bahwa untuk menjadi orang shaleh, Anda harus tahu ilmunya. Bukan hanya tahu, tapi juga mengamalkan, dan ternyata, tidak cukup sampai disitu, Anda pun wajib mengajak sebanyak-banyaknya orang untuk berjalan dijalan keshalehan. Sekarang lihatlah fenomena di sekitar Anda, lihat dan bacalah fenomena di sekolah Anda. Apakah bunga-bunga keshalehan sudah begitu semerbak mewangi dalam setiap sudut-sudut sekolah? Apakah cahaya-cahaya keshalehan sudah begitu memancar dari setiap wajah yang Anda jumpai? Konkretnya, spesifiknya, bertanyalah, dari teman-teman disekitar Anda, berapa persen yang memahami Islam? Berapa persen yang melaksanakan shalat? Berapa persen yang memahami dan menjalankan tauhid? Berapa persen yang bisa membaca al Qur’an dengan baik? Berapa persen yang bisa wudhu dengan benar? Berapa persen yang memahami taharah dan menjalankannya dengan disiplin? Berapa persen yang memahami perkara halal-haram? Berapa persen yang teguh menjauhi kemaksiatan? Berapa persen yang sungguh-sungguh niat mencari ilmu (bukan mencari nilai dan ijazah)? Berapa persen yang bangga sebagai muslim? Berapa persen yang bersemangat belajar Islam dan bersemangat mengamalkannya mulai dari hal-hal yang terkecil? Berapa persen yang sungguh-sungguh menutup aurat dan menjaga kesucian (tidak hanya di sekolah)? Berapa persen yang benar-benar berusaha menjadi insan muslim yang bermanfaat?

Dan seribu pertanyaan lainnya.

Apa yang Anda baca dari semua hal tersebut? Pesan apa yang Anda tangkap dari itu semua? Tergerakkah hati nurani Anda???? Tegakah Anda sampai saat ini masih berpangku tangan? Tidakkah Anda kasihan dengan teman-teman disekitar Anda????


DENGARKAN BISIKAN NURANI, DAN TEKADKAN DALAM HATI, UNTUK SEBUAH KEHIDUPAN YANG LEBIH BAIK”


SELAMATKAN DIRI ANDA, SELAMATKAN ORANG-ORANG YANG ANDA CINTAI, SELAMATKAN SEBANYAK-BANYAKNYA TANGAN YANG MAMPU ANDA SELAMATKAN”


Bersama menuju:


JALAN KESHALEHAN”


Yang terkode dalam empat hal

(Visi Syariat menurut Syah Waliyullah Ad Dahlawi Rahimahullah):


1. KESUCIAN

2. KERENDAHAN HATI

3. KEDERMAWANAN

4. KEADILAN


Jika Anda sudah menghayati semua yang tersebut dari atas, maka dengan sendirinya Anda akan paham, Anda memahami,

untuk apa

Forum Ukhuwah Kajian Islamiyah

Itu ADA?


Makna Ukhuwah

Persaudaraan ikhlas lintas batas golongan, aliran, pemikiran, dan hanya melandaskan kepada Iman Islam”


Makna Kajian (mengkaji/ mengaji)

Belajar tanpa henti, mengaji sampai akhir hayat, mengamalkan dengan istiqomah, dan menyebarkan serta mengajak sebanyak-banyaknya insan dengan keikhlasan.”


Apa yang harus Anda lakukan di dalam FUKI?


WUJUDKAN DUA MAKNA ITU SECARA NYATA DALAM BENTUK DAN GERAK FUKI.


Konkretnya?


FUKI dapat diisi dengan program apapun selama hal itu sesuai dengan arah dari dua makna tersebut. Yang disebut program adalah kegiatan dalam berbagai bentuk, acara dalam beraneka warna, event dalam bermacam-macam ragam. Tidak terbatas, kreatifitas yang di ilhami oleh ruh makna Ukhuwah dan Kajian lah, yang akan memberi bentuk. Untuk itu,

Bertanyalah pada hatimu,


SETIAP INDIVIDU PENGURUS ADALAH PEMIMPIN. MAKA, SETIAP PEMIMPIN HARUS MEMBERIKAN SENTUHAN KEPEMIMPINANNYA DALAM PAHATAN KARYA AGUNG FORUM UKHUWAH KAJIAN ISLAMIYAH. GORESKANLAH SEBUAH SEJARAH YANG INDAH!


Setiap individu pengurus harus berfikir, dan memberikan karya, mampu menjadi topangan untuk mewujudnya dua makna di atas.


KARYA AGUNG FUKI ADALAH KUMPULAN DAN SINTESA SETIAP INDIVIDU PENGURUS. UNTUK MENYATUKAN LANGKAH, DIPERLUKAN KEPADUAN GERAK. UNTUK KEPADUAN GERAK, DIPERLUKAN PEMBICARAAN DAN DIALOG YANG INTENS, DAN UNTUK ITU, MAKA HARUS SERING-SERING BERTEMU, BERKUMPUL, DAN BERMUSYAWARAH.


UNTUK MENCATATKAN SEBUAH SEJARAH”


DENGAN TINTA EMAS


Karena,


SETIAP GENERASI ADALAH KHAS.


OKE???


BEGITU ANDA PAHAM KONSEP, BEGITU PULA ANDA AKAN OTOMATIS BERGERAK.


TIDAK ADA GERAK, BERARTI TIDAK PAHAM KONSEP.


PEMAHAMAN YANG SETENGAH-SETENGAH MEMBUAT ANDA JALAN DI TEMPAT.

MAJU-MUNDUR-BERLENGGANG SEPERTI POCO-POCO.


APAKAH ANDA CUKUP TERBAKAR?


HEHE...


HENTIKAN KELUHAN, LAKUKAN SAJA!


BERTINDAKLAH DENGAN PENUH KEIKHLASAN.


SELAMAT MEMIMPIN DAN MENGELOLA

FORUM UKHUWAH KAJIAN ISLAMIYAH


Mudah-mudahan keberkahan selalu menemani langkah Anda sekalian!


Salam hangat lintas generasi,


Muhammad Zainur Rakhman

Ketua FUKI 2003-2004


Tulisan kecil ini saya dedikasikan untuk setiap generasi kepengurusan

2010, 2011, 2012 .... hingga Allah mengijinkan.


Teriring fatihah dan doa keberkahan untuk para tetua FUKI dan segenap sahabat-sahabatnya :


Mas Zaenal (pendiri FUKI, belum pernah kulihat wajahnya), Mas Sodikun (1999), Mas Fajar (2000), Mas Kurniawan (2001), Mas Anjar (2002), Dimas Yusuf (2004), Dimas Reza (2005), Dimas Noval (2006), Dimas Banu (2007), Dimas Asep (2008), Dimas Indra (2009), dan Dimas Faiz (2010), dst ...


Juga untuk para tetua keputrian dan segenap sahabat-sahabatnya :


...., ....., ....., Mba Hilda (2001), Mba Lela (2002), Mba Yuni (2003), Dik Rosa (2004), Dik Eva (2005), Dik Lina (2006), Dik Uci (2007), Dik Ni’mah (2008), Dik Titin (2009), dan Dik Riska (2010), dst ...


Semoga kita semua senantiasa mendapatkan limpahan rahmat dan ridha Nya. Berkumpul bersama-sama di Surga.


Katakanlah: Sesungguhnya Aku Ini manusia biasa seperti kamu, yang diwahyukan kepadaku: "Bahwa Sesungguhnya Tuhan kamu itu adalah Tuhan yang Esa".Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya, Maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Tuhannya".